Pelajaran yang menurut saya tidaklah susah untuk dilalui, namun apadaya sebagai seorang mahasiswa yang hanya berpasrah dengan penilaian yang diberikan oleh dosen tersebut..
Pertama saya melihat dosen ini, dosen ini seperti tidak terlalu niat untuk mengajar, karena setiap hadir, ia selalu telat, bahkan pernah sampai 1 jam baru sampai ke kelas, kejadian seperti ini baru saya temukan di semester 3, belum pernah dan bahkan hampir tidak ada dosen seperti ini.. melihat tingkah dosen tersebut, saya berpikiran bahwa dosen ini bisa saja memberi penilaian yang bagus untuk mahasiswa nya karena keterlambatan yang selalu dilakukan sebagai kompensasinya..
Tanpa terasa UTS sudah saya lewati, tetapi entah mengapa saya kaget melihat nilai saya yang jauh dari dugaan saya, dosen tersebut tidak memberikan berkas ujian sama sekali. Akhirnya saya mencoba untuk menerima penilaian yang ia berikan, setelah saya mengetahui bahwa UTS saya mendapatkan nilai yang jelek, saya berusaha keras untuk memperbaikinya, saya mengerjakan latihan yang isa berikan dengan rajin..
Pada akhirnya UAS pun berlalu dan saya mengerjakan soal itu dengan baik.. Entah apa yang ada dipikiran dosen itu sehingga memberikan penilaian yang tidak memuaskan untuk saya, karena nilai itu tidak jauh dari nilai UTS saya, padahal saya sudah belajar selama seminggu sebelum ujian, dan ini pertama kalinya saya mendapatkan grade D selama saya kuliah, dan pertama kalinya mendapat nilai tugas "6" sungguh tidak mempunyai rasa kemanusiaan..
Pada akhirnya, berkat beliau, saya pun harus mengulang pelajaran ini lagi, ini juga merupakan pelajaran prasyarat untuk magang.. salam dari saya untuk beliau: "terimakasih pak, berkat anda, saya bisa mengambil magang agak telat dari mahasiswa lainnya"
-The End-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar